Beberapa
Hal yang Boleh Kamu Ketahui Tentang Seorang Introvert
Mereka
tak punya teman
Orang-orang
ekstrovert tentu akan cocok berteman dengan yang seekstrovert dirinya. Meski
seorang ekstrovert bisa menjalin persahabatan dengan introvert, namun lebih
banyak orang yang hanya menganggap sang introvert sebagai teman biasa atau
sebatas kenal.
Mereka
punya teman imajiner
Karena
merasa tidak memiliki sahabat sesuai dengan keinginan hatinya, seorang
introvert memunculkan teman imajiner di usia kanak-kanak atau ketika masa puber
berlangsung.
Mereka
dianggap aneh
Orang-orang
akan menilainya aneh karena dia lain daripada yang lain.Bagaimana tidak
dianggap aneh, jika dalam sebuah komunitas, dia yang paling banyak diam
sementara yang lain tampak responsif.
Mereka
dianggap sombong
Tidak
banyak bicara adalah ciri khas orang introvert. Hal inilah yang membuat mereka
dicap sombong. Padahal jika dia disapa, dia tentu akan ramah merespons.
Mereka
ditertawakan di belakang
Mereka
tampak diterima baik di komunitas sekolahnya atau kuliahnya. Tapi sesungguhnya,
mereka adalah salah satu korban dari bulan-bulanan sekelompok orang. Entah
untuk memperolok selera bajunya, caranya bicara, atau lain-lain.
Mereka
dicela di belakang
Yang
dilihat adalah yang menampakkan diri dan 'berbicara', padahal seorang introvert
lebih banyak bekerja tanpa banyak mulut. Jika mereka ditempatkan di dunia
kerja, otomatis mereka akan bekerja seprofesional mungkin, tapi untuk basa-basi
sosialita, mohon maaf, mereka kurang bisa melakukannya. Kalau ketidakmampuan
ini membuat mereka dicela, adalah pahala baginya dan dosa bagi yang mencela.
Mereka
sangat menyukai ketenangan
Kebisingan
adalah musuh besar seorang introvert. Mereka suka biru langit, mereka tidak
suka warna-warni mentereng. Mereka akan menutup telinga mereka dengan earphone
dari MP3 player yang memasang musik rok keras-keras. Sebab lebih baik
mendengarkan tempo musik ketimbang suara teriakan, canda tawa, atau obrolan
orang lain.
Mereka
tidak suka keramaian.
Sesungguhnya
mereka menghindari keramaian lantaran tidak ingin mendapati lebih banyak
orang-orang yang melihatnya aneh. Selain itu, ia lebih memilih berjalan sendiri
ketimbang berkelompok dengan orang-orang yang tidak disukainya. Pantai,
pegunungan, taman, adalah sahabat seorang introvert, dan tentu saja dengan keadaan
yang jauh lebih sepi.
Mereka
kaku
Mereka
hanya akan kaku pada situasi yang mengharuskan mereka tampil santai dengan
sekumpulan orang-orang ekstrovert. Tapi jika mereka ditempatkan di situasi
profesional atau akademisi, mereka sanggup melakukannya. Bahkan bisa jauh lebih
baik dari ekstrovert.
Mereka
dianggap serius
Beberapa
orang berpikir orang serius adalah orang yang cerdas, sialnya sebagian lagi
menganggap yang serius-serius itu tidak bisa diajak bercanda. Padahal tiap
orang punya sense of humor yang sama. Dan seorang introvert bisa menunjukkan
kegilaannya hanya pada orang-orang yang dianggapnya sahabat.
Mereka
misterius
Mereka
dianggap menyimpan misteri. Padahal, tak ada satu maksud apapun pada diri
mereka sehingga mereka tampil dengan predikat misterius. Itu adalah asumsi
orang lain saja. Mereka tidak misterius, mereka hanya tidak ingin menunjukkan
dirinya lebih intens.
Mereka
gugup
Biasanya
mereka gugup di awal-awal presentasi kelas atau presentasi rapat kantor.
Tetapi, setelah itu mereka bisa menguasai keadaan dan semuanya lancar. Tapi
biasanya, perasaan dagdigdug muncul sebelum mereka tampil. Alias, kegugupan
hanya muncul di awal saja. Sesuatu hal yang juga dirasakan ekstrovert saya
rasa.
Mereka
pemimpin
Seorang
introvert mungkin memiliki kekurangan sebagai pemimpin karena kurang mampu
mengerahkan anak buah atau anggota-anggotanya. Namun intuisi mereka terasah
berdasar pembawaan masa kecil. Hal itu pula yang membuat kemampuan empati
mereka jauh lebih banyak ketimbang ekstrovert. Sebuah modal yang baik menjadi
seorang pemimpin.
Mereka
tertutup
Mereka
menyimpan masalahnya sendiri. Pantang bagi mereka untuk membicarakan hal yang
paling personalnya pada orang lain atau keluarga. Mereka mungkin pernah
cerita pada satu orang yang dianggapnya sahabat, tapi ketika sahabat itu
membocorkan rahasianya, citra pertemanan pun rusak. Dia pun tidak/kurang lagi
mempercayai teman yang bersangkutan. Meski hubungan pertemanan masih berjalan,
namun dia tidak lagi bercerita mengenai dirinya. Jadi beruntunglah bagi kalian
yang dipercaya seorang introvert. Namun, jika kalian sadar teman introvert itu
tak lagi bercerita mengenai masalah personalnya, bisa berarti bahwa itu
merupakan tanda kekecewaan terhadapmu.
Mereka
hidup dalam bayangan masa lalu
Mereka
mungkin pecundang dan pengecut. Tapi mereka juga tidak perlu ditolong dan
dikasihani. Mereka mungkin masih dibayangi masa lalunya, namun mereka cukup
cerdas untuk tidak memaku diri di masa lalu. Mereka hanya ingin bagian ketika
pengalaman indah di masa lalu, terjadi lagi ketika mereka berada di situasi
yang menyedihkan.
Mereka
pekerja di belakang layar
Mereka
tidak ingin terlihat. Mereka benci jadi pusat perhatian. Mereka lebih puas
melihat karya yang sudah dikerjakannya tanpa perlu sebanyak apa orang-orang mengetahui
keberadaannya.
Mereka
anonim
Bagi
orang ekstrovert, menjadi telanjang itu penting. Tapi tidak untuk introvert,
anonim atau setengah anonim adalah bagian dari dirinya. Tapi seorang introvert
juga maklum pada nada-nada minor yang mengharuskannya tampil telanjang.
Mereka
korban bullying
Karena
melulu kelihatan diam, mereka jadi mudah mengalami korban penindasan karena
dianggap lemah. Kalau tidak hati-hati, yang mem-bully-nya akan terkena serangan
balik dari seorang introvert yang sudah dikerjai. Sebab salah satu motto
kalangan introvert adalah 'duduk seperti kucing, mengaum seperti harimau'.
Mereka tidak akan segan-segan membalas perbuatan orang-orang yang menyakitinya
dengan cara mereka sendiri.
Mereka
menunggu
Mereka
tidak mencari teman. Teman baik akan datang sendirinya. Begitupula dengan
pacar. Pacar pun akan datang dengan sendirinya. Tapi kita semua tidak hidup di
negeri dongeng. Tidak mencari, berarti besar kemungkinan yang kita dapatkan
adalah NOL. Di sinilah salah satu kelemahan introvert, mereka lebih baik
menunggu daripada mencari.
Mereka
pemikir
Diam
bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Diam adalah berpikir. Diam juga bukti
kesabaran. Jadi terlalu naif untuk menuntut seorang introvert menjadi lebih
tegas, lebih mature, lebih manly, karena jika kau memaksa mereka, mereka akan
menunjukkan kepada dirimu sebagai ledakan bom waktu. Dan, tidak ada yang lebih
jantan selain meredam bom waktu tersebut dengan diam.
Mereka
depresif
Mereka
sendiri pun tidak mengerti. Apalagi kalian yang ekstrovert. Lahir dengan
pembawaan yang sedemikian 'sial'. Berhubungan sama masyarakat nggak bisa,
berdamai sama diri sendiri aja butuh waktu yang lama sampai ngajogrog di titik
kedewasaan sesungguhnya. Tapi mereka mudah depresif dalam keadaan tertentu, dan
bisa berakibat fatal bagi yang sudah kadung parah. Jadi, seantipatinya kamu
dengan kalangan introvert, pahami keberadaannya dan perhatikan.
Mereka
melankolis
Karena
lebih sering sendiri dan menikmati segala sesuatunya sendiri, mereka dicap
sebagai sosok melankolis. Karena mereka lebih mampu mengungkapkan perasaan
lewat tulisan ketimbang oral langsung, orang-orang akan mengetahui sisi-sisi
dia yang lebih telanjang dan terlihat. Salah satunya sisi melankolis, dan semua
orang punya itu. Ah, ayolah. Kucing pun punya.
Mereka
tak bisa menghapus cinta pertamanya
Cinta
pertama tidak harus seseorang yang menjadi pacarnya pertama kali, atau
seseorang yang membuatnya jatuh cinta untuk pertama kali. Tapi seseorang yang
pernah berarti namun tidak bisa ia dapati kembali. Dia mungkin hanya merasakan
kebersamaan yang romantis dengan orang yang dicinta dalam hitungan bulan.
Namun, setelah usai, dampaknya luar biasa terasa. Jadi beruntunglah bagi orang
yang menjadi cinta pertama seorang introvert. Dan biasanya, seorang introvert
cukup menyimpan kenangan dalam hati dan tidak punya tindakan meraih cinta lama
mereka. Mereka bahkan lebih memilih untuk menjauh ketimbang harus melihat keberadaan
yang dicinta, berakhir bahagia dengan lain orang.
Mereka
setia
Seorang
introvert akan memegang komitmen sekukuh yang ia bisa dengan pasangannya. Namun
ia akan sangat marah dan kecewa jika sang pasangan mengkhianatinya. Sebab
baginya, lebih baik jujur dan terus terang ketimbang menusuk dari belakang.
Seorang introvert akan memaafkan seseorang yang dicintainya, bahkan jika yang
dicintai menginginkan pergi dari kehidupannya. Baginya, itu lebih luhur
ketimbang menjadi pengkhianat. Bagi seorang introvert, loyalitas itu perkara
maha suci dalam hubungan pertemanan atau percintaan. Ini karena para introvert
menganggap teman dan pacarnya sebagai kata benda yang bernama pertemanan dan
percintaan, bukan sebagai manusia yang manusiawi sehingga bisa berbuat khilaf,
berdusta, dan berpaling.
Semua
orang menilai seseorang dari raut muka, cara bicara, dan pakaian yang
dikenakan, tapi hanya beberapa saja yang mampu menilai seseorang dari hati,
setelah melihat lebih dekat, dan tak terlalu cepat-cepat menghakimi :-)